Pembangunan Gedung TPA Desa Tanjung Mas Rejo Diduga Ada Penyimpangan

Pembangunan Gedung TPA Desa Tanjung Mas Rejo Diduga Ada Penyimpangan

Mesujisatulampung.com|| Pembangunan Gedung TPA Desa Tanjung Mas Rejo Di Duga Syarat Indikasi Mark-ap dan penyimpangan — Kali ini pembangunan gedung TPA yang di soal warga. Hal ini di ungkapkan warga yang meminta namanya untuk tidak mau disebutkan selasa (23/10/2021) dikatanya kalau memang benar banyak program baik yang bersumber dari anggaran Dana Desa [DD] maupun Alokasi Dana Desa [ADD] Desa Tanjung Mas Rejo, Kecamatan Mesuji Timur, Kabupaten Mesuji yang diduga banyak terjadi penyimpangan. Salah satunya pada program pembangunan Gedung TPA yang juga diduga syarat indikasi mark-up dan penyimpangan.“Bukan hanya pada program covid 19 tapi juga pada proyek pembangunan gedung TPA sangat tidak masuk akal kalau cuma buat gedung seperti itu bisa menelan anggaran Rp.161.173.147 juta, ” ungkapnya.Sambungnya lagi, karena gedung TPA tersebut sebelumnya sudah ada pembangun gedung TPA dgn angaran Swadaya masyarakat dengan anggaran Rp. 90.000.000, ada apa dengan gedung pembangun TPA yang di anggarkan dari (DD) sangat fantastis padahal ukuran pembangunannya sama, kalo anggaran segitu bisa bikin gedung walet, ” Jelasnya sambil tertawa. ” Ormas GRIB Aldi Risandi Kami Tentunya menilai anggaran tersebut sangat tidak masuk akal dan diduga banyak terjadi mark-up dan indikasi Korupsi”Lanjutnya, Aldi Risandi meminta kepada pihak pihak terkait terutama aparat hukum untuk melakukan audit kelapangan dan periksa RAB pembangunan gedung TPA tersebut. Karena kuat dugaan dalam program dana desa Tanjung Mas Rejo tersebut banyak terjadi penyimpangan.“Saya berharap kepada pihak aparat hukum Kejari Mengala untuk melakukan audit dan Pemeriksaan kelapangan. Jika terbukti oknum kepala desa melakukan penyimpangan dan korupsi supaya bisa di tindak sesuai hukum berlaku, ” Pungkasnya.Sedangkan terpisah saat dikonfirmasi via pesan whasp Kepala Desa Tanjung Mas Rejo, Kecamatan Mesuji Timur “ slamet / Nurhalim ” Rabu,[23/10/2021] hingga berita ini di tayangkan tidak ada tanggapan. ((Ferdi Akbar))

COMMENTS